You are currently viewing JABIR IBNU HAYYAN

JABIR IBNU HAYYAN

Jabir Ibnu Hayyan dilahirkan di Thus (Iran) pada tahun 721 M. Ayahnya Bernama Hayyan, seorang ahli obat-obatan yang sangat terkenal di kota Thus.

Murid Ja’far al-Shadiq

Imam Ja’far adalah sahabat ayahnya. Imam Ja’far sangat senang melihat rumah Jabir yang dipenuhi dengan rak buku.

Imam Ja’far memberi saran kepada Jabir agar mempelajari beberapa bahasa, terutama Bahasa Yunani Kuno. Karena dengan menguasai bahasa itu, ia dapat menerjemahkan buku-buku ilmuwan Yunani Kuno ke dalam bahasa Arab sehingga dapat dimanfaatkan oleh kaum Muslim seluruhnya.    

 Pesan Imam Ja’far

Sebelum wafat, Imam Ja’far masih sempat menulis surat kepada Jabir. Surat itu berisi nasihat-nasihat yang sangat berharga sehingga Jabir menangis saat membacanya.

Wahai Jabir, kesalahan terbesar yang dilakukan seseorang adalah merebut hak kawan sendiri. Barang siapa berbuat seperti itu, Allah akan memberi cobaan berat kepadanya. Karena itu, jauhilah perbuatan itu!

Jabir, ingatlah! Jika iman seseorang sudah kuat, sifat kikir akan hilang dari dirinya, sebagaimana rontoknya rambut dari kulit.

Wahai Jabir, engkau harus memiliki banyak murid. Merekalah yang akan mengembangkan ilmumu di kemudian hari. Ingatlah bahwa apa yang kau tulis tidak akan menyusut walaupun dikutip oleh murid-muridmu.

Wahai Jabir, janganlah engkau menetap di Kufah. Merantaulah untuk mencari ilmu. Temuilah para ulama dan cendekiawan. Janganlah engkau terlibat dengan urusan pemerintah. Tulislah hasil-hasil temuanmu itu dalam bentuk rumus-rumus dan dalam Bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh orang yang akan mempelajarinya.

Ketahuilah, wahai Jabir. Pada suatu saat nanti, engkau akan menemui orang-orang yang menodai ilmu pengetahuan dengan memanfaatkannya untuk hal-hal yang merusak, sebagaimana yang dilakukan oleh para perusak agama. Jauhkanlah dirimu dari orang-orang seperti itu. Mereka kelak akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah.

Penulis

Jabir melaksanakan pesan Imam Ja’far. Ia pindah ke Bagdad dan mulai menulis buku. Buku pertama yang ditulisnya membahas ilmu kimia. Bukunya ini mendapat perhatian dari para ilmuwan saat itu karena menjelaskan hal-hal baru dalam ilmu kimia. Misalnya, praktek pemurnian logam, pelapisan baja, pencelupan bahan kain dan kulit, mengilapkan pakaian tahan air dan pelindung besi, dan percobaan lainnya yang mengagumkan.

Jabir pun menulis buku lainnya tentang ilmu kimia hingga jumlahnya mencapai 100 buku. Sebagian dari buku-bukunya itu diterjemahkan ke dalam berbagai Bahasa, termasuk Bahasa Latin. Buku-buku karya Jabir banyak mempengaruhi perkembangan ilmu kimia modern. Ia berhasil menata kembali metode-metode ilmu kimia dari para ilmuwan sebelumnya dengan lebih sempurna.

Selama tinggal di kota Bagdad, Jabir membangun laboratorium kimia dengan peralatan yang sangat lengkap.

Jabir berhasil menulis 112 makalah tentang industry kimia dan 70 makalah tentang teori-teori dalam ilmu kimia. Karyanya ini merupakan buku terbaik yang pernah ditulis. Selain itu, Jabir menulis 140 makalah tentang ilmu timbangan, dan 500 persoalan dalam hal pengukuran. Buku-buku lainnya tentang fisika, tasawuf, musik, matematika,.     

Sumber :

H.F Rahadian, (1998). Seri Ilmuwan Muslim 1, Al-Khawarizmi. Bandung : Salam Prima Media

Tinggalkan Balasan