Dakwah: Mengajak dengan Keteladanan

Dakwah dalam definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan seruan untuk memeluk, mempelajari dan mengamalkan ajaran agama. Jika konteks tersebut dikaitkan dengan aajaran agama Islam, maka dakwah merupakan seruan untuk memeluk, mempelajari dan mengamalkan ajaran dan syariat agama Islam. Adapun hal tersebut adalah Al-Qur’an dan Hadits.

        Menyambut bulan Ramadhan, banyak sekali kita rasakan tokoh agama dan Da’i Islam dengan giat mengajak dan mengingatkan kita sebagai kaum muslimin, untuk terus dan selalu melakukan hal-hal kebajikan dan menjauhi segala kemungkaran. Hal tersebut merupakan sebuah kenikmatan yang patut kita syukuri bersama. Sebuah budaya masyarakat yang insyaAllah akan terbangun secara berlanjut dari Ramadhan ke Ramadhan yang selanjutnya.

        Semangat dakwah yang digelorakan umat Islam tersebut merupakan bagian dari seruan ajaran Islam, termaktub dalam firman Allah dalam Q.S. Al-Imran; 104

وَلۡتَكُنۡ مِّنۡكُمۡ اُمَّةٌ يَّدۡعُوۡنَ اِلَى الۡخَيۡرِ وَيَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡكَرِ‌ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ‏

Artinya:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.”

        Dakwah merupakan ajakan, mengajak untuk melakukan kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran. Amar Makruf Nahi Munkar, Ma’ruf merupakan segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah, sedangkan munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

        Mengajak kepada kebaikan adalah tugas seluruh umat manusia di muka bumi, khususnya umat Islam. Semangat tersebut merupakan langkah untuk mewujudkan cita-cita mulia masyarakat, yakni baldatun toyyibatun wa rabbun ghofur. Namun, sebuah ironi dalam lingkungan masyarakat yang juga tak jarang kita saksikan. Kita jumpai tidak sedikit orang-orang disekeliling kita atau bahkan kita sendiri mampu dan mau untuk mengajak, menyeru kepada kebaikan, namun kita sendiri tidak melakukan kebaikan tersebut.    

        Melihat fenomena tersebut, marilah kita lihat budaya Bani Israil. Bani Israil sering sekali namanya disebutkan dalam Al-Qur’an. Israil merupakan sebutan bagi Nabi Ya’kub as. Bani Israil sendiri merupakan keturunan dari Nabi Ya’kub as, atau yang sekarang lebih familiar disebut dengan nama bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi adalah musuh utama umat Islam. Banyak diantara Da’i dan ulama yang gencar menyuarakan dakwah untuk memerangi kaum Yahudi.

        Terlepas dari kenyataan tersebut, marilah kita mencoba bermuhasabah pada diri kita sebagai seorang muslim. Selama ini, apakah kita sudah benar-benar menjadi pribadi yang beramar makruf nahi munkar ataukah justru sebaliknya. Bisa jadi, kita yang mengaku umat Islam justru mencerminkan perbuatan-perbuatan yang tidak patut dilakukan oleh umat Islam.

        Perlu kita semua ketahui, ada beberapa karakteristik dari kaum Yahudi yang telah dijelaskan dalam alkuranulkarim. Diantara yang dituliskan dalam al-qur’an tersebut antara lain adalah; Pertama, kaum Yahudi mencampuradukkan kebenaran dan kebatilan. Kedua, kaum Yahudi menyembunyikan kebenaran sedangkan ia sebenarnya mengetahuinya. Poin ketiga adalah, kaum Yahudi menyuruh umatnya untuk menyeru kepada kebajikan (kebaikan). Poin ketiga inilah yang harus kita cermati bersama, yakni menyeru kepada kebajikan (kebaikan).

Tinggalkan Balasan