AKIBAT MENINGGALKAN AL-QURAN

Orang-Orang Yang Tidak Memperdulikan Al-Quran

Allah ta’ala berfirman:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا (30)

“Berkatalah Rasul, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran ini suatu yang tidak diacuhkan.”” (QS. Al-Furqan: 30)

Allah ta’ala juga berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ (26)

“Dan orang-orang kafir berkata, “Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Quran ini dan buatlah hiruk pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).” (QS. Fusshilat: 26)

Sikap Meninggalkan Al-Quran

Al-Hafizh Ibnu Katsir menjelaskan ada sikap meninggalkan Al-Quran yang ada pada umat manusia:

  1. Tidak mau beriman kepada Al-Quran.
  2. Tidak mau membaca dan menghafalnya.
  3. Tidak mau merenungi dan memahami maknanya.
  4. Berbuat kegaduhan dan sibuk dengan pembicaraan sendiri ketika Al-Quran dibacakan.
  5. Tidak mau mengamalkan perintah-perintahnya dan meninggalkan larangan-larangannya.
  6. Lebih condong kepada hal lain berupa syair, nyanyian, pendapat tokoh, cerita, dan metode yang diambil dari selain Al-Quran. (Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al-Furqan: 30)

Akibat Meninggalkan Al-Quran

Seseorang yang lalai dan meninggalkan Al-Quran akan merasakan beberapa akibat yang mengerikan dalam kehidupannya di dunia, yaitu:

1. Tersesat hidupnya. Allah ta’ala berfirman:

فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلالٍ مُبِينٍ (22)

“..Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 22)

2. Kehidupannya sempit. Allah ta’ala berfirman :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً

“Dan barang siapa berpaling dari per ingatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit..” (QS. Thaha: 124)

“Yakni kehidupan yang sempit di dunia. Maka tiada ketenangan baginya dan dadanya tidak lapang, bahkan selalu sempit dan sesak karena kesesatannya; walaupun pada lahiriahnya ia hidup mewah dan memakai pakaian apa saja yang disukainya, memakan makanan apa saja yang disukainya, dan bertempat tinggal di rumah yang disukainya. Sekalipun hidup dengan semua kemewahan itu, pada hakikatnya hatinya tidak mempunyai keyakinan yang mantap dan tidak mempunyai pegangan petunjuk, bahkan hatinya selalu khawatir, bingung, dan ragu. Dia terus-menerus tenggelam di dalam keragu-raguannya. Hal inilah yang dimaksudkan dengan penghidupan yang sempit.” (Imam Ibnu Katsir)

3. Orang yang paling besar kezhalimannya. Allah ta’ala berfirman :

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَى فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا (57)

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah di­peringatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendati­pun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.” (QS. Al-Kahfi: 57)

4. Hidup berteman dengan setan. Allah ta’ala berfirman :

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ (36)

“Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur’an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az-Zukhruf: 36)

Setan adalah seburuk-buruk teman. Allah ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطانُ لَهُ قَرِيناً فَساءَ قَرِيناً (38)

“..Barang siapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.” (QS. An-Nisa: 38)

Seseorang yang lalai dan meninggalkan Al-Quran akan merasakan beberapa akibat yang mengerikan di akhirat kelak, yaitu:

1. Dikumpulkan dalam keadaan buta. Allah ta’ala berfirman :

وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124) قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (125) قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى (126)

“..dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman, “Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan.”” (QS. Thaha: 124-126)

2. Ditimpakan azab yang sangat berat. Allah ta’ala berfirman :

وَمَنْ يُعْرِضْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا (17)

“..Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat.” (QS. Al-Jin: 17)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Sha’dan adalah nama sebuah gunung di dalam neraka Jahanam. Diriwayatkan pula dari Sa’id ibnu Jubair, bahwa Sha’dan adalah sebuah sumur yang ada di dalam neraka Jahanam. (Tafsir Ibnu Katsir)

3. Terhalang dari syafaat. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang memberi syafaat kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti.” (HR. Muslim: 804)

Demikianlah, semoga Allah ta’ala senantiasa membimbing kita dengan taufik dan hidayah-Nya. Aamiin

Tinggalkan Balasan